Bincang dan Bedah Buku Moral Kapitalisme bersama Cania dan Tom Palmer

Jakarta, 9 Februari 2018
Message15.02.2018Sinta Suryani
Moderator Cania Cittar Irlanie dan Tom Palmer
Moderator Cania Cittar Irlanie dan Tom Palmer

Friedrich Naumann Foundation (FNF) Indonesia bersama dengan Freedom Institute dan suarakebebasan.org menyelenggarakan diskusi publik sekaligus peluncuran buku “Moral Kapitalisme” pada hari Sabtu, 9 Februari 2018. Acara ini menghadirkan narasumber editor buku “Moral Kapitalisme”, Dr. Tom G. Palmer (Wakil Presiden Eksekutif untuk Program Internasional ATLAS Network) dan Cania Citta Irlanie (jurnalis dan penggiat YouTube) sebagai moderator acara.

Buku “Moral Kapitalisme” sendiri merupakan kumpulan 13 esai ekonomi politik terbitan ATLAS Network. Tercatat sejumlah kontributor penting dalam buku ini, seperti Mario Vargas Llosa (Pemenang hadiah Nobel dalam Literatur tahun 2010), Vernon Smith (Pemenang Hadiah Nobel dalam Ilmu Ekonomi tahun 2002), hingga John Mackey (CEO Whole Foods Market). Tidak hanya didominasi oleh penulis dari Benua Amerika dan Eropa, buku ini juga menghadirkan tulisan dari akademisi negara lain, seperti Temba A. Nolutshungu (Afrika Selatan), June Arunga (Kenya) dan Mao Yushi (China).

Kapitalisme tentu tidak lepas dari peran pasar. Namun bagaimana dengan peran negara? Menyoal hal ini, Tom Palmer mengungkapkan bahwa peran negara penting dalam kaitannya dengan penetapan aturan dan hukum (rule of law), salah satunya adalah perlindungan terhadap hak kepemilikan (property rights). Kapitalisme dalam hal ini tidak menihilkan peran negara, namun menghendaki adanya sistem pemerintahan yang efisien, termasuk dengan turut melibatkan sektor privat dan peran masyarakat sipil.

Peserta Diskusi Publik
Peserta Diskusi Publik

Beberapa stereotip lain mengenai kapitalisme turut dibahas dalam acara ini. Salah satunya adalah kapitalisme yang seringkali dikaitkan dengan keserakahan. Menanggapi hal ini, Tom Palmer merefleksikan hal ini dengan apa yang terjadi di China. Kendati sistem perekonomiannya telah terbuka, namun sistem politik dengan partai tunggalnya menyebabkan sejumlah fasilitas publik pun didominasi untuk kepentingan partai. Kapitalisme menghendaki adanya persaingan yang bebas dan adil sehingga setiap orang mendapatkan bagian sesuai dengan kemampuan dan kemauan yang dimiliki. Begitu pula dengan peran negara dan pemungutan pajak. Tom Palmer berpendapat bahwa dana yang dikumpulkan secara publik tentu harus dimaksimalkan penggunaannya bagi kepentingan publik pula.

“Biarkan ekonomi pasar yang menghasilkan barang, pastikan kapitalisme akan menghasilkan kekayaan. Karena Anda tidak akan bisa membagi-bagi kue jika tidak ada satu orang pun yang membuat kue,” ujar Tom Palmer menjelaskan kapitalisme dan kaitannya dengan kesejahteraan. Diskusi publik ini sekaligus menandai peluncuran buku “Moral Kapitalisme”. Buku Moral Kapitalisme versi Bahasa Indonesia ini diterbitkan oleh Friedrich Naumann Foundation (FNF) dan bekerjasama dengan suarakebebasan.org serta Freedom Institute.

Penyerahan Apresiasi kepada Moderator dan Narasumber
Penyerahan Apresiasi kepada Moderator dan Narasumber