Climate Day ke-2 UINSA Surabaya

Message29.03.2016

Acara Climate Day ke-2 dengan tema ”Sinergi Masyarakat Surabaya Mengenai Pemanasan Global” diselenggarakan oleh FNF Indonesia bersama dengan partner dari Freedom Institute, IYTCC, Komunitas Nol Sampah Surabaya, Garda Bangsa dan HiLO pada tanggal 23 Maret 2016 di Auditorium Universitas Sunan Ampel Surabaya.

Climate Day ke-2 UINSA Surabaya
Dua pembicara dari dua generasi yang berbeda: Nur Kholim dan Diyas Pobyantara

Workshop dibuka dengan sistem diskusi panel antara satu moderator dan dua narasumber kompeten, yaitu Nur Kholim dari Youth Freedom Network dan dosen Hubungan Internasional UINSA  Dias Pobyantara. Nur Kholim membuka diskusi panel dengan membeberkan fakta yang mencengangkan tentang debit air di Indonesia yang selalu mengalami defisit hampir di setiap daerah NKRI. Masalah selanjutnya yang dijelaskan Nur Kholim adalah pembalakan liar yang tidak terkendalikan terutama di pulau Sumatera. Salah satu teknik pembalakan liar yang efisien adalah mengangkat pohon dengan helikopter pribadi. Semua masalah-masalah lingkungan yang ditunjukan oleh Nur Kholim bermuara pada satu aspek yang dikenal dengan istilah property rights.

Sedangkan Diyas Pobyantara memberikan perspektif akademis terhadap kerusakan lingkungan yang terjadi di Indonesia melalui analisa hubungan antara aktor. Ada tiga aktor yang berperan terhadap kerusakan lingkungan yaitu aktor negara, pasar dan masyarakat. Interaksi kepentingan antara ketiga aktor tersebut menyebabkan kerusakan lingkungan. Ditambah lagi dosen muda ini menyatakan permasalahan lingkungan merupakan hasil dari kombinasi permasalahan struktural dan permasalahan kultural. Contoh dari permasalahan struktural adalah kepentingan antara PEMDA dan PU yang sering kali tumpang tindih. Sedangkan masalah kultural dapat kita temukan sehari-hari seperti orang membuang sampah sembarangan di jalan.

Climate Day ke-2 UINSA Surabaya
Pak Hermawan Some kiri ujung

Sesi selanjutnya dibuka oleh aktivis ternama Hermawan Some dari komunitas nol sampah Surabaya. Herwawan Some menekankan pentingnya pengetahuan masyarakat mengenai dampak bahaya dari plastik untuk kesehatan dan lingkungan sekitarnya. Salah satu illustrasi mengejutkan yang diberikan oleh Hermawan Some adalah pembuangan plastik di lautan terbuka dimana plastik-plasitik mikro yang sulit terurai dikonsumsi oleh ikan-ikan, unggas-unggas dan penyu laut karena plastik dianggap sebagai plankton yang menggugah selera makan mereka. Selain hal ini Herwawan Some juga menunjukan keutungan ekonomis menggunakan air galon ketimbang air kemasan melalui hitungan-hitungan yang kredibel.

Sesi akhir acara diisi oleh sekertaris IYTCC yang mendorong kaum-kaum muda dan mahasiswa untuk mengartikulasikan suara mereka mengenai lingkungan melalui media sosial. Dalam hal ini Putri menjelaskan kemampuan sosial media sebagai alat masa kini yang dapat memberikan perubahan positif. Situs change.org dapat memaksa politisi dan anggota dewan memformulasikan kebijakan-kebijakan yang pro iklim.

Workshop ini juga mengadakan lomba poster tentang perubahan iklim yang diikuti oleh 27 peserta. Dari 27 poster yang dipublikasikan dipilih 3 poster terbaik yang berhak mendapat hadiah menarik dari FNF Indonesia.

Climate Day ke-2 UINSA Surabaya