Oase Kebebasan di Timur Indonesia

Message30.05.2016
Oase

Sulawesi Utara tak hanya menyimpan keindahan Kota Manado dengan Bunakennya atau pluralisme, kerukunan beragama yang terefleksi menjalar hingga kota Tondano. Ada satu keindahan lain dalam tradisi intelektual yang dimiliki anak anak muda Manado, saat mendiskusikan berbagai perkembangan politik, ekonomi maupun sosial. Kehausan intelektual dan tradisi kebebasan berpikir tercermin dalam setiap diskusi, seperti yang acap terjadi di Jalan Roda atau dikenal dengan sebutan JaRod , di kota Manado.  Berdiskusi di JaRod adalah menikmati secangkir kopi hitam kental, mendengarkan celoteh para pejabat, mahasiswa, pelajar, aktivis atau bahkan bapak rumah tangga, yang singgah disana bertukar pikiran. Diskusi bisa beragam topik, mulai dari harga cabe (cabe menjadi komoditi penting di Manado karena diperlukan dlaam campuran makanan khas Manado), atau komoditi lain yang merangkak naik,  hingga persoalan korupsi dan pemilihan kepala daerah. Diskusi politik tak hanya terjadi di JaRod, tetapi juga di beberapa kedai kopi lain yang tersebar di kota Manado. Menyeruput kopi hitam khas Manado, kopi Kawangkoan, tak lengkap jika tak disertai diskusi tentang politik.

Oase
Suasana JaRod, Manado

Kelompok-kelompok diskusi tumbuh dengan subur. Dalam beberapa bulan terakhir muncul sebuah nama kelompok diskusi yang menarik di kota Manado, Mises Club Indonesia (MCI). Nama Mises mengingatkan pada nama seorang pemikir Liberal asal Autria, Ludwig von Mises. Tak banyak yang mendalami pemikiran Mises di Indonesia. Kemunculan nama Mises sebagai sebuah nama kelompok dskusi di Manado, Sulawesi Utara, menjadi sesuatu yang menarik.

Keterangan yang diberikan pada satu blog yang memuat banyak tulisan dan terjemahan artikel tulisan Ludwig von Mises, F.A. Hayek atau beberapa pemikir liberal lain, tentang lembaga mereka, sangat sederhana, “Mises Club Indonesia adalah sebuah klub kajian ekonomi yang utamanya didasarkan pada wawasan ekonomi Mazhab Austria. Menurut Amato Assegaf, salah seorang pendirinya,  MCI berupaya memperkenalkan gagasan ekonomi pasar bebas pada publik Manado dan sekitarnya. Sebagai sebuah lembaga, MCI berada di bawah Amagi Indonesia, sebuah NGO Libertarian yang berpusat di Manado, Sulawesi Utara.

Sederhana namun memberi kejelasan kuat Mises Club Indonesia, yang memilih meyerbarkan gagasan Libertarian, terutama pemikiran Ludwig von Mises atau Austrian School.

Amato Assegaf mengatakan MCI didirikan pada tanggal 28 Januari 2016, di rumahnya di Manado, Sulawesi Utara, yang memang biasa dipakai berdiskusi aktivis mahasiswa maupun lembaga swadaya masyarakat (LSM). Ide pendirian Mises Club Indonesia diawali dari serangkain diskusi pada bulan Desember 2015, dalam menyikapi rencana pemilihan kepala daerah (Pilkada) Kota Manado, tentang berbagai tokoh yang akan muncul dalam persaingan Pilkada serta program atau kebijakan yang kelak akan dijalankan oleh walikota terpilih. Dalam prakteknya rangkaian diskusi tersebut tak hanya membicarakan pilkada Kota Manado tetapi juga potensi kepeminpinan dan kebijakan gubernur Sulawesi yang juga akan dipilih melalui pemilhan gubernur, serentak dengan pemilihan bupati dan walikota.

Oase