Workshop Perubahan Iklim untuk Mahasiswa

Jakarta, 27-29 Desember
Message29.12.2015
Workshop Perubahan Iklim untuk Mahasiswa

Jakarta kali ini menjadi pilihan kota penyelenggara workshop perubahan iklim untuk mahasiswa, yang diadakan pada tanggal 27 Desember hingga 29 Desember 2015, yang diadakan di Hotel Santika, Jakarta.

Workshop yang diadakan disela-sela liburan panjang ini ternyata tidak menyurutkan minat peserta untuk mendaftarkan secara online aplikasi keikikutsertaan mereka untuk workshop ini. Tercatat sebanyak lebih kurang 60 mahasiswa calon peserta yang mendaftar secara online, yang akhirnya terpilih 24 orang mahasiswa untuk mengikut workshop.

Latar belakang dan asal peserta pun beragam, mulai dari ilmu politik, ekonomi, hubungan internasional, komunikasi, hingga mahasiswa biologi dan dan kehutanan. Asal peserta pun beragam, mulai dari Jakarta, Bandung, Lampung, Medan, Riau, hingga, Jogyakarta, Malang, Bali dan Lombok. Semua peserta datang menghadiri workshop dengan biaya mereka sendiri, sebagai bentuk kontribusi terhadap workshop.

Pada sesi perkenalan di hari pertama, peserta memperkenalkan nama, asal universitas dan menceritakan tema perubahan iklim yang mereka tuangkan dalam tulisan pendek saat mereka mendaftarkan diri sebagai peserta. Ada yang memaparkan mengenai persoalan hutan mangrove di daerah utara Bali yang terancam oleh reklamasi oleh pemerintah daerah, upaya untuk menerapkan pajak carbon, badan intelejen nature (BIN) yang berperan mengawasi dan mensosialisasikan kepada mahasiswa di kampus untuk tidak membuang sampah semaunya, climate change day di kampus, dan masih banyak lagi ide-ide menarik tentang bagaimana mensosialisasikan tentang pentingnya persoalan perubahan iklim dan bagaimana menghadapinya.

Paparan dan sharing pengalaman para peserta di hari pertama menjadi dasar yang baik dalam menanamkan kesadaran dan pemahaman peserta terhadap persoalan perubahan iklim.

Keterbatasan energi serta tantangan terhadap perubahan iklim mau tidak mau mendorong masyarakat dan pemerintah untuk mengembangkan energi yang dapat diperbaharui di masa depan. Pemerintah perlu menyiapkan road map program perubahan iklim, paling tidak 5 tahun mendatang, yang terkait dengan perubahan iklim dan berbagai aspek terkait dalam pembangunan.

Diskusi dalam workshop hari kedua, 28 Desember 2015, mengedepankan hasil kerja kelompok peserta dalam mengidentifikasi faktor-faktor penyebab perubahan iklim, aktor aktor yang berperan dalam persoala perubahan iklim, dampak yang ditimbulkan oleh perubahan ikim, dan lain sebagainya.

Di hari kedua ini, peserta dibagi menjadi 3 kelompok dimana peserta berdiskusi tentang 10 masalah prioritas di Indonesia yang harus diselsaikan. Pada pembahasan tersebut dapat disimpulkan bahwa topik climate change atau isu-isu lingkungan lainnya tidak menduduki urutan 3 teratas masalah prioritas yang harus ditangani di Indonesia. Topik sepert ekonomi, korupsi dan hokum merupakan masalah prioritas utama dari hasil diskusi peserta. Meskipun demikian setiap kelompok peseta memasukan isu perubahan iklim dan lingkungan ke dalam kategori mereka.

Sesi terakhir di hari kedua membahas pemahaman liberalisme dalam memberikan suatu solusi terhadap suatu masalah. Fasilitator memaparkan dan mengelaborasikan sudut pandang liberal dalam mengkaji sesuatu fenomena dan menganlisa hubungan sosial. Disini juga dijelaskan bagaimana cara berdiskusi dengan baik dan tertib, selain itu ditekankan pentingnya menghormati suatu opini.

Di hari terakhir peserta dibagi ke tiga kelompok untuk mengajukan proposal acara bersama pihak ke FNF ke dapannya. Pendekatan seperti ini berujuan untuk memperluas networking liberal FNF dengan alumni peserta-peserta. Melalui pembahasan ini tercipta ide2 kreatif dalam rangka pelaksanaa acara ke depannya seperti bank sampah, acara diplomat dan climate day. Kontribusi seperti akan sangat membantu pelaksanaan-pelaksanaan program-program yang lebih bermutu dan kreatif.

Sesi diakhiri dengan pembagian buku-buku tentang perubahan iklim, termasuk distribusi buku terjemahan FNF terbaru The Politics of Climate Change karya Anthony Giddens dan rekomendasi kebijkan karya anak bangsa yang berjudul Taman Nasional yang ditulis oleh Yani Saloh.

Workshop Perubahan Iklim untuk Mahasiswa
Pak M. Husni Thamrin membedakan masalah lingkungan dengan masalah perubahan iklim
Workshop Perubahan Iklim untuk Mahasiswa
Peserta Mahasiswa mempresentasikan hasil diskusi kelompok mereka tentang dampak dari perubahan iklim ke pelbagai sektor