Youth Democracy & Social Media

Message04.04.2016
Youth Democracy & Social Media

Ketertarikan anak muda terhadap isu-isu politik di Indonesia mengalami pengurangan signifikan di era globalisasi ini. Istilah seperti politik dan demokrasi terdengar asing di telinga para pemuda dan tidak memberikan dampak terhadap kehidupan pribadi mereka. Kasus demi kasus yang menjerat bangsa ini dan kondisi sosial masyarakat yang stagnan meningkatkan pesimisme pemuda indonesia terhadap arena politik di Indonesia.

Selain kondisi politik yang cenderung status-quo, mayoritas partei dan instansi pemerintah  masih mengandalkan cara konvensional dalam berkomunikasi dengan rakyatnya. Mungkin cara konvensional masih ampuh dilakukan di daerah tetapi untuk kota besar pendekatan komunikasi satu arah seperti ini sudah terbilang usang dan membosankan.

Generasi muda yang disebut generasi Millennial dapat membaca artikel dan menonton program yang mereka sukai kapanpun dan dimanapun. Waktu dan tempat tidak dapat membatasi akses mereka terhadap informasi. Akan tetapi politik tidak mendapat perhatian yang cukup dari kalangan ini. Bagaimana sistem demokrasi bisa meraih potensi maksimalnya tanpa keterlibatan generasi muda yang membawa api semangat perubahan.

Sosial media menjadi sebuah alat komunikasi yang sangat berpotensi mendorong anak-anak muda untuk mengartikulasikan kepentingan dan aspirasi mereka. Kebebasan berpendapat menjadi kunci untuk keberlangsungan sistem politik yang sehat. Ditambah lagi melalui sosial media kaum-kaum muda bisa menjadi watchdog politik yang memantau dan menilai kinerja pemerintah dan partei politik secara transparan.

Sedangkan untuk aktor pemerintah dan partei politik kekuatan sosial media harus dijadikan momentum untuk mengajak pemuda terlibat dalam politik. Praktik komunikasi dua arah harus diterapkan untuk mengajak anak muda terlibat. Sekatan elite politik harus dibuka dengan memperlakukan kalangan muda secara setara dan menggunakan bahasa yang mereka bicara.

Dengan edukasi digital yang terstruktur dan meningkatnya keterlibatan anak muda di arena politik maka partei dapat membentuk negarawan-negarawan kredibel baru dengan nilai-nilai idealis yang kuat. Sedangkan instansi-instansi pemerintah baik pusat maupun daerah dapat melibatkan anak muda dalam proses brain storming mengenai tantangan dan permasalahan negara yang sedang dihadapi.